Getting older makes some one wiser
Getting older makes some one more patient
Getting older makes me feel tired but happy....cos it's getting closer to you ya Allah
Bless my family
Everyday is Blessing
Rabu, 27 September 2017
Rabu, 20 April 2016
Became a smart Mother
Betapa sibuk jadi ibu rumah tangga. Benarkah ? ya tentu saja.Mungkin anggapan sebagian orang wanita karir yang kerja diluar rumah itu hebat. Sedangkan wanita yang hanya (?) dirumah saja mengerjakan tugas rumah tangga itu sepele atau istilah lainnya nggak ada apa apanya. Wah .....itu salah guys......
Aku ingat waktu dosen ' Speaking' dikampusku marah gara-gara pas aku diminta bercerita tentang keluargaku mengatakan' ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa'. Aku dibilang tidak menghargai peran sorang ibu yang bekerja 24 jam sehari. dikurangi tidur doang. Bayangin aja, susuh sudah bangun.... nyiapin segala macam keperluan anak dan suami. Hingga mau tidur malampun masih suka diganggu. That's right ......
Sibungsu pernah protes padaku,katanya seandainya aku bekerja kayak ibunya si A yang pegawai bank tentu banyak duit. Nggak perlu repot ngirit dan sibuk masak. Bisa pake tenaga pembantu. Terus....yang bantuin dengerin cerita dan curhatan bibi dong.Bukan ibu lagi....kataku. Kalau dapat PR khan bisa dibantu ibu..... aku tambahkan lagi......
Dan yang paling membuatku merasa bangga jadi IRT yang tinggal dirumah aja, aku jadi banyak belajar lagi dan lagi. Soalnya pelajaran anak jaman sekarang sudah mulai ribet. Alhamdulillah.....sebagai ibu yang smart.......ya nggak cuma diam dirumah dengan aktifitas yang nggak nambah ilmu.
Aku ingat waktu dosen ' Speaking' dikampusku marah gara-gara pas aku diminta bercerita tentang keluargaku mengatakan' ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa'. Aku dibilang tidak menghargai peran sorang ibu yang bekerja 24 jam sehari. dikurangi tidur doang. Bayangin aja, susuh sudah bangun.... nyiapin segala macam keperluan anak dan suami. Hingga mau tidur malampun masih suka diganggu. That's right ......
Sibungsu pernah protes padaku,katanya seandainya aku bekerja kayak ibunya si A yang pegawai bank tentu banyak duit. Nggak perlu repot ngirit dan sibuk masak. Bisa pake tenaga pembantu. Terus....yang bantuin dengerin cerita dan curhatan bibi dong.Bukan ibu lagi....kataku. Kalau dapat PR khan bisa dibantu ibu..... aku tambahkan lagi......
Dan yang paling membuatku merasa bangga jadi IRT yang tinggal dirumah aja, aku jadi banyak belajar lagi dan lagi. Soalnya pelajaran anak jaman sekarang sudah mulai ribet. Alhamdulillah.....sebagai ibu yang smart.......ya nggak cuma diam dirumah dengan aktifitas yang nggak nambah ilmu.
Jumat, 21 Agustus 2015
Taaruf
Awal semester tahun ajaran baru bagi pelajar identik dengan MOS ,masa orientasi siswa atau sekarang namanya MOPD ,Masa Orientasi Peserta Didik baru. Tergantung kebijakan sekolah masing-masing dalam menerapkannya. Yang pasti masih saja terulang kasus siswa yang meninggal karena Mos atau dirawat dirumah sakit karena mengalami luka yang serius. Pendek kata, tindak kekerasan masih dianggap wajar dibeberapa sekolah dengan dalih mendisiplinkan anak. Benarkah ?
Lain lagi yang dialami seorang mahasiswi baru disebuah kampus Politehnik Negeri Jakarta baru-baru ini. Selama satu minggu mereka harus berangkat subuh kekampus jika nggak ingin mendapat hukuman. Apalagi yang mnggunakan jalur transportasi kereta, harus berangkat dari rumah sebelum shubuh. Tak ayal orang Tua juga ikut ikutan sibuk mempersiapkan bekal dan tetek bengek lainnya. Bukan itu saja, ada latihan militer yang dipimpin langsung oleh tentara di Rindam Jaya, Memang Capek banget sih tapi seru.
Kamis, 25 Juni 2015
Nugget Ayam
Biasalah anak-anak paling susah kalau menu buka puasanya nggak ada perubahan dengan yang kemarin. meski intinya tetap pake ayam. Maunya dengan resep yang beda. Jadi nggak ada salahnya bikin nuget sendiri. TVanpa pengawet dan bahan aneh lainnya. Ayamnya terasa banget lagi. Maknyus gitu lho.
Bahan yang dibutuhkan:
500 gr daging ayam dicincang halus
2 sm maizena
3 telur / satu untuk celupan
250 gr tepung nuget
1 sm susu bubuk
1 st kaldu ayam bubuk
1 bawang bombay besar
garam dan lada secukupnya
minyak goreng secukupnya
cara membuatnya:
- Campur ayam + Maizena+ Kaldu+ lada+ garam+ susu + 2 telur + bombay yang sudah dicincang halus.
- Didihkan air dalam kukusan lalu kukus campuran ayam dengan menggunakan loyang atau cetakan selama 15 menit.
- Potong sesuai selera kemudian celupkan dalam kocokan telur baru digulingkan ditepung nuget.
- simpan di kulkas selama kurleb 30 m
enit baru digoreng sampai kuning keemasan.
Bahan yang dibutuhkan:
500 gr daging ayam dicincang halus
2 sm maizena
3 telur / satu untuk celupan
250 gr tepung nuget
1 sm susu bubuk
1 st kaldu ayam bubuk
1 bawang bombay besar
garam dan lada secukupnya
minyak goreng secukupnya
cara membuatnya:
- Campur ayam + Maizena+ Kaldu+ lada+ garam+ susu + 2 telur + bombay yang sudah dicincang halus.
- Didihkan air dalam kukusan lalu kukus campuran ayam dengan menggunakan loyang atau cetakan selama 15 menit.
- Potong sesuai selera kemudian celupkan dalam kocokan telur baru digulingkan ditepung nuget.
- simpan di kulkas selama kurleb 30 m
enit baru digoreng sampai kuning keemasan.
Sabtu, 25 April 2015
Berburu Tiket Lebaran
Masih hangat dalam ingatan ketika kami memutuskan untuk berlebaran ke Malang beberapa tahun yang lalu. Meskipun jadwal, pemberangkatan kereta ekonomi 'Matarmaja' jam 14.00. Kita berusaha sampai distasiun senin masih jam 10. Maklum. Biasanya kereta datang dari Malang sekitar jam 10.00 pagi. Jadi penginnnya langsung cari tempat duduk.
Ternyata penumpang diizinkan naik kekereta sekitar jam 13.00. Luar biasa perjuangan untuk masuk pintu kereta. Bagi yang berbadan kuat tentu gampang mendapat tempat duduk. Yang lemah dan lambat sudah pasti kebagian duduk dibawah. Alhamdulillah kita berlima bisa mendapatkan tempat duduk . Adakalanya 'tepo seliro' harus terjadi dalam suasana seperti ini. Kulihat ada seorang ibu dengan dua anaknya menangis karena harus duduk dibawah. Nggak tega juga, kuberi satu kursi untuk mereka. Padahal kita baru mulai perjalanan selama 20 jam.
Tahun ini rencana lebaran dijakarta saja. Kebetulan seorang teman cerita tentang hunting tiket mudik lebaran secara On Line. Wow, ternyata super sulit juga. Tepat jam 12 malam 2 cell phone dan 2 laptop dinyalakan. Sebelumnya sudah mempersiapkan data-data yang harus dikirim. Loadingnya superlama dan harus extra sabar. 1 jam menunggu akhirnya dapat tiket juga, sayangnya dari 5 tiket yang masuk. Tak ada satupun yang satu gerbong. Mereka berpencar. Tak apalah, kata temanku tadi, yang penting dapat tiket.
Ternyata penumpang diizinkan naik kekereta sekitar jam 13.00. Luar biasa perjuangan untuk masuk pintu kereta. Bagi yang berbadan kuat tentu gampang mendapat tempat duduk. Yang lemah dan lambat sudah pasti kebagian duduk dibawah. Alhamdulillah kita berlima bisa mendapatkan tempat duduk . Adakalanya 'tepo seliro' harus terjadi dalam suasana seperti ini. Kulihat ada seorang ibu dengan dua anaknya menangis karena harus duduk dibawah. Nggak tega juga, kuberi satu kursi untuk mereka. Padahal kita baru mulai perjalanan selama 20 jam.
Tahun ini rencana lebaran dijakarta saja. Kebetulan seorang teman cerita tentang hunting tiket mudik lebaran secara On Line. Wow, ternyata super sulit juga. Tepat jam 12 malam 2 cell phone dan 2 laptop dinyalakan. Sebelumnya sudah mempersiapkan data-data yang harus dikirim. Loadingnya superlama dan harus extra sabar. 1 jam menunggu akhirnya dapat tiket juga, sayangnya dari 5 tiket yang masuk. Tak ada satupun yang satu gerbong. Mereka berpencar. Tak apalah, kata temanku tadi, yang penting dapat tiket.
Sabtu, 21 Maret 2015
Resep Brownies Kopi
kebetulan lagi long weekend...... biasanya kalau lagi nggak keluar rumah anak-anak minta sesuatu yang special. kebetulan Bojonggede lagi diguyur hujan. Ditambah lagi petir yang menyambar-nyambar. Rasanya males untuk keluar rumah. Lihat persediaan bahan kue yang ada cuma white cooking chocolate, palm sugar dan TBM. Iseng cari di google...... eh.... error melulu gara-gara hujan deras dan petir. Buka-buka resep di buku resep mungil 'Saji' dan pas banget, ketemu resep ' Brownis Kopi' cobain deh .....
Bahan yang dibutuhkan:
150 gr margarine
50 gr gula palem
25 gr gula pasir halus
100 gr coklat masak putih dilelehkan
3 butir telur
125 gr terigu protein sedang
1 st baking powder
1 SM kopi instan
50 gr coklat keping kecil ( sy gk pake, pas dirumah gak ada)
Cara membuatnya:
1. Kocok margarine, gula palem, gula halus sampai lembut.
2. Tambahkan coklat masak putih, kocok rata.
3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok, tambahan kopi instan.
4. Masukkan terigu yang sudah dicampur baking powder, tambahan coklat keping, aduk rata.
5. Tuang keloyang 24x12x4 cm yang sudah dioles margarine dan dialas kertas roti.
6. Oven 30 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang.
Catatan: setelah memasukkan telur nggak perlu terlalu lama mengocoknya, yang penting tercampur rata supaya teksturnya padat. Selamat mencoba..
Bahan yang dibutuhkan:
150 gr margarine
50 gr gula palem
25 gr gula pasir halus
100 gr coklat masak putih dilelehkan
3 butir telur
125 gr terigu protein sedang
1 st baking powder
1 SM kopi instan
50 gr coklat keping kecil ( sy gk pake, pas dirumah gak ada)
Cara membuatnya:
1. Kocok margarine, gula palem, gula halus sampai lembut.
2. Tambahkan coklat masak putih, kocok rata.
3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok, tambahan kopi instan.
4. Masukkan terigu yang sudah dicampur baking powder, tambahan coklat keping, aduk rata.
5. Tuang keloyang 24x12x4 cm yang sudah dioles margarine dan dialas kertas roti.
6. Oven 30 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang.
Catatan: setelah memasukkan telur nggak perlu terlalu lama mengocoknya, yang penting tercampur rata supaya teksturnya padat. Selamat mencoba..
Selasa, 17 Maret 2015
Tak Kenal Maka Tak Tahu
Memang judul yang umum, tapi begitulah pengalaman seseorang dalam menghadapi segala masalah. Waduh... kata-katanya rada blulet ya,.
Seringkali kita menjudge seseorang tanpa kita mengenal lebih jauh pribadinya. Pokoknya kita oke-oke aja ketika seorang teman mengatakan bahwa si fulan itu orangnya sombong, jutek dan sok pinter. Kita jadi pendengar setia sambil senyum-senyum mengiyakan, padahal kita nggak tau secara pasti bahkan ngobrol dengan si Fulan juga belum pernah. Walhasil, kita sudah bertindak suudzon dengan si Fulan.
Syahdan........ mulai cerita nih, tapi ini kisah nyata lho yang saya alami sendiri. Saya mempunyai seorang teman yang bisa dibilang dari sisi agama nggak usah ditanya, ngajinya bagus, busananya selalu yang syar'i, dan giat bekerja. Setiap bertemu seringkali beliau menceritakan si Fulan yang kaya tapi selalu sok pinter, suaminya yang suka ngelirik wanita lain, dan sok dermawan. Pokoknya banyak deh cerita buruknya.
Saya sebenarnya tahu si Fulan hanya sebatas tahu orangnya saja, tapi berhubung beliau sudah menjelaskan tentang si Fulan, setiap ketemu saya cuma bisa mengira-ngira, benar tidaknya ucapan beliau. Yang pasti dalam diri ini sudah ada rasa suudzon juga.
Nah, minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara kajian Islam di Mushalla dekat rumah. Subhanallah, ternyata si Fulan nggak seburuk yang dikatakan oleh teman saya. Bahkan saya salut, karena si Fulan bisa memberikan sedikit Tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir.
Alangkah baiknya ucapan orang lain yang mendeskreditkan seseorang itu kita kaji dahulu dan kita klarifikasi kebenarnya sebelum kita ikut berburuk sangka terhadap orang tersebut.
Seringkali kita menjudge seseorang tanpa kita mengenal lebih jauh pribadinya. Pokoknya kita oke-oke aja ketika seorang teman mengatakan bahwa si fulan itu orangnya sombong, jutek dan sok pinter. Kita jadi pendengar setia sambil senyum-senyum mengiyakan, padahal kita nggak tau secara pasti bahkan ngobrol dengan si Fulan juga belum pernah. Walhasil, kita sudah bertindak suudzon dengan si Fulan.
Syahdan........ mulai cerita nih, tapi ini kisah nyata lho yang saya alami sendiri. Saya mempunyai seorang teman yang bisa dibilang dari sisi agama nggak usah ditanya, ngajinya bagus, busananya selalu yang syar'i, dan giat bekerja. Setiap bertemu seringkali beliau menceritakan si Fulan yang kaya tapi selalu sok pinter, suaminya yang suka ngelirik wanita lain, dan sok dermawan. Pokoknya banyak deh cerita buruknya.
Saya sebenarnya tahu si Fulan hanya sebatas tahu orangnya saja, tapi berhubung beliau sudah menjelaskan tentang si Fulan, setiap ketemu saya cuma bisa mengira-ngira, benar tidaknya ucapan beliau. Yang pasti dalam diri ini sudah ada rasa suudzon juga.
Nah, minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara kajian Islam di Mushalla dekat rumah. Subhanallah, ternyata si Fulan nggak seburuk yang dikatakan oleh teman saya. Bahkan saya salut, karena si Fulan bisa memberikan sedikit Tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir.
Alangkah baiknya ucapan orang lain yang mendeskreditkan seseorang itu kita kaji dahulu dan kita klarifikasi kebenarnya sebelum kita ikut berburuk sangka terhadap orang tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

