Selasa, 17 Maret 2015

Tak Kenal Maka Tak Tahu

Memang judul yang  umum, tapi begitulah pengalaman seseorang dalam menghadapi segala masalah. Waduh... kata-katanya rada blulet ya,. 
Seringkali kita menjudge seseorang tanpa kita mengenal lebih jauh pribadinya. Pokoknya kita oke-oke aja ketika seorang teman mengatakan bahwa si fulan itu orangnya sombong, jutek dan sok pinter. Kita jadi pendengar setia sambil senyum-senyum mengiyakan, padahal kita nggak tau secara pasti bahkan ngobrol dengan si Fulan juga belum pernah. Walhasil, kita sudah bertindak suudzon dengan si Fulan.
Syahdan........ mulai cerita nih, tapi ini kisah nyata lho yang saya alami sendiri. Saya mempunyai seorang teman yang bisa dibilang dari sisi agama nggak usah ditanya, ngajinya bagus, busananya selalu yang syar'i, dan giat bekerja.  Setiap bertemu seringkali beliau menceritakan si Fulan yang   kaya tapi selalu sok pinter, suaminya yang suka ngelirik wanita lain, dan sok dermawan. Pokoknya banyak deh cerita buruknya. 
Saya sebenarnya tahu  si Fulan hanya sebatas tahu orangnya saja, tapi berhubung beliau sudah menjelaskan tentang si Fulan, setiap ketemu saya cuma bisa mengira-ngira, benar tidaknya ucapan beliau. Yang pasti dalam diri ini sudah ada rasa suudzon juga.
Nah, minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara kajian Islam di Mushalla dekat rumah. Subhanallah, ternyata si Fulan  nggak seburuk yang dikatakan oleh teman saya. Bahkan saya salut, karena si Fulan bisa memberikan sedikit Tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir. 
Alangkah baiknya ucapan orang lain yang mendeskreditkan seseorang itu kita kaji dahulu dan kita klarifikasi kebenarnya sebelum kita  ikut berburuk sangka terhadap orang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar