Jumat, 21 Agustus 2015

Taaruf

Awal semester tahun ajaran baru bagi pelajar identik dengan  MOS ,masa orientasi siswa atau sekarang namanya MOPD ,Masa Orientasi Peserta Didik baru. Tergantung kebijakan sekolah masing-masing dalam menerapkannya. Yang pasti masih saja terulang kasus siswa yang meninggal karena Mos atau dirawat dirumah sakit karena mengalami luka yang serius. Pendek kata, tindak kekerasan masih dianggap wajar dibeberapa sekolah dengan dalih mendisiplinkan anak. Benarkah ?
Lain lagi yang dialami seorang mahasiswi baru disebuah kampus Politehnik Negeri Jakarta baru-baru ini. Selama satu minggu mereka harus berangkat subuh kekampus jika nggak ingin mendapat hukuman. Apalagi yang mnggunakan jalur transportasi kereta, harus berangkat dari rumah sebelum shubuh. Tak ayal orang Tua juga ikut ikutan sibuk mempersiapkan bekal dan tetek bengek lainnya. Bukan itu saja, ada latihan militer yang dipimpin langsung oleh tentara di Rindam  Jaya, Memang Capek banget sih tapi seru.

Kamis, 25 Juni 2015

Nugget Ayam

Biasalah anak-anak paling susah kalau menu buka puasanya nggak ada perubahan dengan yang kemarin. meski intinya tetap pake ayam. Maunya dengan resep yang beda. Jadi nggak ada salahnya bikin nuget sendiri. TVanpa pengawet dan bahan aneh lainnya. Ayamnya terasa banget lagi. Maknyus gitu lho. 
Bahan yang dibutuhkan
500 gr daging ayam dicincang halus
2     sm maizena
3     telur  / satu untuk celupan
250 gr tepung nuget
1     sm susu bubuk
1     st kaldu ayam bubuk
1     bawang bombay besar
garam dan lada secukupnya
minyak goreng secukupnya
cara membuatnya:
- Campur ayam + Maizena+ Kaldu+ lada+ garam+ susu + 2 telur + bombay yang sudah dicincang halus.
- Didihkan air dalam kukusan  lalu kukus campuran ayam dengan menggunakan loyang atau cetakan selama 15 menit.
- Potong sesuai selera kemudian celupkan dalam kocokan telur baru digulingkan ditepung nuget.
- simpan di kulkas selama kurleb 30 m
enit baru digoreng  sampai kuning keemasan.

Sabtu, 25 April 2015

Berburu Tiket Lebaran

Masih hangat dalam ingatan ketika kami memutuskan untuk berlebaran ke Malang beberapa tahun yang lalu. Meskipun jadwal, pemberangkatan     kereta ekonomi 'Matarmaja' jam 14.00. Kita berusaha sampai distasiun senin masih jam 10. Maklum. Biasanya kereta datang dari Malang sekitar jam 10.00 pagi. Jadi penginnnya langsung cari tempat duduk.
Ternyata penumpang diizinkan naik kekereta sekitar jam 13.00. Luar biasa perjuangan untuk masuk pintu kereta. Bagi yang berbadan kuat tentu gampang mendapat tempat duduk. Yang lemah dan lambat sudah pasti kebagian duduk dibawah. Alhamdulillah kita berlima bisa mendapatkan tempat duduk . Adakalanya 'tepo seliro' harus terjadi dalam suasana seperti ini. Kulihat ada seorang ibu dengan dua anaknya menangis karena harus duduk dibawah. Nggak tega juga, kuberi satu kursi untuk mereka. Padahal kita baru mulai perjalanan selama 20 jam. 
Tahun ini rencana lebaran dijakarta saja. Kebetulan seorang teman cerita tentang hunting tiket mudik lebaran secara On Line. Wow, ternyata super sulit juga. Tepat jam 12 malam 2 cell phone dan 2 laptop dinyalakan. Sebelumnya sudah mempersiapkan data-data yang harus dikirim. Loadingnya superlama dan harus extra sabar. 1 jam  menunggu akhirnya dapat tiket juga, sayangnya dari 5 tiket yang masuk. Tak ada  satupun yang satu gerbong. Mereka berpencar. Tak apalah, kata temanku tadi, yang penting dapat tiket.

Sabtu, 21 Maret 2015

Resep Brownies Kopi

kebetulan lagi long weekend...... biasanya  kalau lagi nggak keluar rumah anak-anak minta sesuatu yang special. kebetulan  Bojonggede lagi diguyur hujan. Ditambah lagi petir yang menyambar-nyambar. Rasanya males untuk keluar rumah. Lihat persediaan bahan kue yang ada cuma white cooking chocolate, palm sugar dan TBM. Iseng cari di google...... eh.... error melulu gara-gara hujan deras dan petir. Buka-buka resep di buku resep mungil 'Saji' dan pas banget, ketemu resep ' Brownis Kopi' cobain deh .....


 Bahan yang dibutuhkan:
150  gr margarine
  50  gr gula palem
  25  gr gula pasir halus
100  gr coklat masak putih dilelehkan
   3   butir telur
125  gr terigu protein sedang
   1   st baking powder
   1   SM kopi instan
 50   gr coklat keping kecil ( sy gk pake, pas dirumah gak ada)

Cara membuatnya:
1. Kocok margarine, gula palem, gula halus sampai lembut.
2. Tambahkan coklat masak putih, kocok rata.
3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok, tambahan kopi instan.
4. Masukkan terigu yang sudah dicampur baking powder, tambahan coklat keping, aduk rata.
5. Tuang keloyang 24x12x4 cm yang sudah dioles margarine dan dialas kertas roti.
6. Oven 30 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang.

Catatan:  setelah memasukkan telur nggak perlu terlalu lama mengocoknya, yang penting tercampur rata supaya teksturnya padat. Selamat mencoba..

Selasa, 17 Maret 2015

Tak Kenal Maka Tak Tahu

Memang judul yang  umum, tapi begitulah pengalaman seseorang dalam menghadapi segala masalah. Waduh... kata-katanya rada blulet ya,. 
Seringkali kita menjudge seseorang tanpa kita mengenal lebih jauh pribadinya. Pokoknya kita oke-oke aja ketika seorang teman mengatakan bahwa si fulan itu orangnya sombong, jutek dan sok pinter. Kita jadi pendengar setia sambil senyum-senyum mengiyakan, padahal kita nggak tau secara pasti bahkan ngobrol dengan si Fulan juga belum pernah. Walhasil, kita sudah bertindak suudzon dengan si Fulan.
Syahdan........ mulai cerita nih, tapi ini kisah nyata lho yang saya alami sendiri. Saya mempunyai seorang teman yang bisa dibilang dari sisi agama nggak usah ditanya, ngajinya bagus, busananya selalu yang syar'i, dan giat bekerja.  Setiap bertemu seringkali beliau menceritakan si Fulan yang   kaya tapi selalu sok pinter, suaminya yang suka ngelirik wanita lain, dan sok dermawan. Pokoknya banyak deh cerita buruknya. 
Saya sebenarnya tahu  si Fulan hanya sebatas tahu orangnya saja, tapi berhubung beliau sudah menjelaskan tentang si Fulan, setiap ketemu saya cuma bisa mengira-ngira, benar tidaknya ucapan beliau. Yang pasti dalam diri ini sudah ada rasa suudzon juga.
Nah, minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara kajian Islam di Mushalla dekat rumah. Subhanallah, ternyata si Fulan  nggak seburuk yang dikatakan oleh teman saya. Bahkan saya salut, karena si Fulan bisa memberikan sedikit Tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir. 
Alangkah baiknya ucapan orang lain yang mendeskreditkan seseorang itu kita kaji dahulu dan kita klarifikasi kebenarnya sebelum kita  ikut berburuk sangka terhadap orang tersebut.

Senin, 16 Maret 2015

Bapao Isi sosis

Nah.... ini resep berikutnya yang alhamdulillah juga banyak yang suka lho.  Biasanya bapao isinya kalau bukan ayam, daging ya coklat. Kalau yang saya suka sih isi kacang hijau kupas plus keju. Pokoknya maknyus dimakan hangat hangat. Memang bapao paling enak dimakan hangat. Biasanya penjual keliling selalu bawa kompornya sekalian, maksudnya biar bapaonya tetep hangat.
Untuk membuat bapao isi sosis gak ribet ko, yang biasa bikin donat pasti juga bisa bikin bapao.

Bapao Isi Sosis
Bahan kulit:  250 gr tepung terigu Cakra
                        3 sm  gula pasir
                      50 gr mentega putih
                        1 butir telur
                     1/2 st garam
                     1/2 bungkus fermipan
                      200 cc air es

Bahan Isi    :  8 buah sosis sapi atau sosis ayam, goreng dengan mentega lalu potong jadi 2 bagian.
                     saos sambal secukupnya..

Cara membuat kulit Bapao:
1.  Aduk rata  tepung terigu, gula pasir, garam, fermipan  dan telur sampai rata .
2.  Tambahkan air sambil diuleni dengan sabar ya.
3.   Tambahkan mentega putih. Uleni terus hingga kalis/ tidak lengket ditangan.
4.   Diamkan selama 30 menit. Kempiskan dan bagi menjadi 16 bagian. 
5.   Bentuk bulat, pipihkan lalu  isi dengan 1/2 st saos sambal dan sepotong sosis. 
6.   Biarkan selama 15 menit. Panaskan kukusan, setelah airnya mendidih  kukus selama 3 menit aja .
7.   Bapau isi sosis is ready to serve... 
 
 Kalau digambarnya ada 2 bapao, yang satu isi  coklat, bahannya sama, cuma tambahkan 1 sm coklat bubuk
untuk kulitnya. Baru bikin kreasi sama anak-anak untuk membentuknya. Ok, selamat mencoba ya....
 


Minggu, 15 Maret 2015

Guava Juice

My youngest doughter yang sekolah di SMP swasta sekitar Cibinong waktu itu dapat tugas kelompok untuk pelajaran IPS bab ekonomi. Intinya mereka diminta berkreasi membuat makanan atau minuman yang nantinya harus dijual keteman-temannya. Penginnya berkreasi yang lain dari yang lain, dalam arti murah, bentuknya unik tapi rasanya Ok. Ternyata pilihan  jatuh pada 'Guava Juice' dan Bapao. Dan ......laris manis .......
Yup..... kita coba lihat deh cara buatnya yang simple banget.....

Guava Juice
Bahan: 500 gr      jambu biji merah yang sudah masak
            250 gr     Gula pasir
            2000 ml   air matang dingin

Cara membuat:
 1. Masak 500 ml air dengan gula pasir hingga mendidih dan gula larut. Dinginkan.
 2. Blender Jambu dengan sisa air hingga halus, saring.
 3. Campur dengan air gula yang sudah dingin. Auk rata.
 4. Guava juice is ready to serve.

Note: Jus jambu ini manisnya sedang biar gak  kelebihan gula ya, kalau putri saya suka dibungkus plastik lalu disimpan di freezer jadi es mambo.   Kalau ingin langsung diminum bisa ditambah sirup lechy, pasti ada rasa nikmat lainnya. . Ok, selamat mencoba, mudah, murah, praktis dan much vitamin.....
Untuk resep Bapaonya lain kali aja ya.....
           

Neighbour

 

waktu itu lagi nganterin anak-anak TK berenang di 'Jungle' swimmingpool sentul Bogor..... sepanjang jalan menuju kolam renang kita lewati perumahan  elite. pagarnya tinggi-tinggi. tanaman tertata rapi, rasanya nyaman banget deh tinggal disini. " ada yang kosong tuh, besok saya beli deh, kata temen disebelahku. wah, garasinya kegedean, khan nggak ada mobil, cuma motor doang. Gak jadi deh. Kalau lagi masak tiba-tiba kehabisan garam bisa nggak ya minta tetangga sebelah. Model pertemuan PKK nya kayak gimana ya. yach... pokoknya gara-gara melihat rumah-rumah elit jadi bicara pada ngaco.

Kadang jadi suudzon membayangkan pemilik rumah-rumah elit yang katanya gak bisa bersosialisasi antar tetangga. padahal diera digital saat ini seharusnya bisa memudahkan pertemuan antar warga. Di RT saya, undangan PKK masih menggunakan selembar kertas..... dilain kesempatan cukup menggunakan SMS, biar hemat kertas he...he...he..

Lain lagi diperumahan elit tapi model cluster, jadi nggak perlu pakai pagar tinggi lagi, cukup nyewa satpam di gerbang masuk perumahan. Menurut  temen, yang tinggal ditempat seperti ini lebih akrab antar tetangga. Mungkin karena nggak ada pembatas pagar. Jadi antar tetangga lebih mudah bertemu.

Tapi orang yang nggak suka bertentangga  bukan cuma diperumahan elit aja lho. Dipemukiman yang kumuh, perumahan sederhana juga pasti banyak. Sebagai contoh disebuah perumahan pinggiran depok nih. Si fulan  sudah lebih dari 20 tahun tinggal disitu. Suami istri memang super sibuk, jadi hari libur memang untuk keluarga aja, bukan untuk tetangga.  Ternyata ketika sakit, butuh tetangga juga.

Intinya, silaturahmi itu perlu dijalin antar tetangga, karena tetanggalah yang paling dekat untuk dimintai tolong . Meskipun kita bisa menghubungi polisi atau keluarga terdekat. Tentu butuh waktu untuk sampai ditempat yang dituju, belum lagi kalau kena traffict jam. Wah,  bisa bayangin waktu yang terbuang.



Kamis, 12 Maret 2015

Today ....... as usual .... doing manykinds of housework.....although my condition is not well enough, I've got sore troat. But doing    everything with feeling moody make me getting worse..... so it's better to fight this bad condition by doing the thing and listening my favorite song.....
Yap...... finally, everything is done ...... happy friday....

Rabu, 11 Maret 2015

Angkot oh angkot

rAdakalanya kita ingin pergi kesuatu tempat dengan cepat tiba ditempat. Pagi ini seperti biasa...... jalanan terasa sepi, baru pukul 09.00 an .....Bojonggede.... sebuah desa pinggiran antara bogor jakarta. kali pertama menginjakkan kaki ditempat ini terasa menyebalkan.....
2 bulan pertama tinggal diperumahan dekat stasiun tanpa listrik... untung ada petromax......
Transportasi paling cepat ke Bogor atau Jakarta ya.. Kereta listrik atau KRL......
Cuma kalau ingin pergi kesekitar daerah Cibinong........ harus berganti angkot 3 x. Lumayan lah ....
Kalau KRL dari tahun ketahun banyak perubahan, dari mulai pakai karcis hingga pake voucher.....
Dulu disekitar stasiun banyak dijumpai pedagang kaki lima .....sekarang... no way ...
Nah ..... urusan angkot lagi ...... dari tahun ketahun tetep gitu-gitu aja....... berhenti seenak wae ...... dan yang paling bikin sewot ........ NGETEM......

Senin, 09 Maret 2015

Everybody has problem ....... it depend on us ..... We can learn from the problems.... it can make us grow up and to be a wise person ....

Sesuatu yang dimiliki oleh Orang Lain belum tentu sesuai buat kita................Untuk itu syukuri apa yang ada.... seperti lagunya D.Masiv