kebetulan lagi long weekend...... biasanya kalau lagi nggak keluar rumah anak-anak minta sesuatu yang special. kebetulan Bojonggede lagi diguyur hujan. Ditambah lagi petir yang menyambar-nyambar. Rasanya males untuk keluar rumah. Lihat persediaan bahan kue yang ada cuma white cooking chocolate, palm sugar dan TBM. Iseng cari di google...... eh.... error melulu gara-gara hujan deras dan petir. Buka-buka resep di buku resep mungil 'Saji' dan pas banget, ketemu resep ' Brownis Kopi' cobain deh .....
Bahan yang dibutuhkan:
150 gr margarine
50 gr gula palem
25 gr gula pasir halus
100 gr coklat masak putih dilelehkan
3 butir telur
125 gr terigu protein sedang
1 st baking powder
1 SM kopi instan
50 gr coklat keping kecil ( sy gk pake, pas dirumah gak ada)
Cara membuatnya:
1. Kocok margarine, gula palem, gula halus sampai lembut.
2. Tambahkan coklat masak putih, kocok rata.
3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok, tambahan kopi instan.
4. Masukkan terigu yang sudah dicampur baking powder, tambahan coklat keping, aduk rata.
5. Tuang keloyang 24x12x4 cm yang sudah dioles margarine dan dialas kertas roti.
6. Oven 30 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang.
Catatan: setelah memasukkan telur nggak perlu terlalu lama mengocoknya, yang penting tercampur rata supaya teksturnya padat. Selamat mencoba..
Sabtu, 21 Maret 2015
Selasa, 17 Maret 2015
Tak Kenal Maka Tak Tahu
Memang judul yang umum, tapi begitulah pengalaman seseorang dalam menghadapi segala masalah. Waduh... kata-katanya rada blulet ya,.
Seringkali kita menjudge seseorang tanpa kita mengenal lebih jauh pribadinya. Pokoknya kita oke-oke aja ketika seorang teman mengatakan bahwa si fulan itu orangnya sombong, jutek dan sok pinter. Kita jadi pendengar setia sambil senyum-senyum mengiyakan, padahal kita nggak tau secara pasti bahkan ngobrol dengan si Fulan juga belum pernah. Walhasil, kita sudah bertindak suudzon dengan si Fulan.
Syahdan........ mulai cerita nih, tapi ini kisah nyata lho yang saya alami sendiri. Saya mempunyai seorang teman yang bisa dibilang dari sisi agama nggak usah ditanya, ngajinya bagus, busananya selalu yang syar'i, dan giat bekerja. Setiap bertemu seringkali beliau menceritakan si Fulan yang kaya tapi selalu sok pinter, suaminya yang suka ngelirik wanita lain, dan sok dermawan. Pokoknya banyak deh cerita buruknya.
Saya sebenarnya tahu si Fulan hanya sebatas tahu orangnya saja, tapi berhubung beliau sudah menjelaskan tentang si Fulan, setiap ketemu saya cuma bisa mengira-ngira, benar tidaknya ucapan beliau. Yang pasti dalam diri ini sudah ada rasa suudzon juga.
Nah, minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara kajian Islam di Mushalla dekat rumah. Subhanallah, ternyata si Fulan nggak seburuk yang dikatakan oleh teman saya. Bahkan saya salut, karena si Fulan bisa memberikan sedikit Tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir.
Alangkah baiknya ucapan orang lain yang mendeskreditkan seseorang itu kita kaji dahulu dan kita klarifikasi kebenarnya sebelum kita ikut berburuk sangka terhadap orang tersebut.
Seringkali kita menjudge seseorang tanpa kita mengenal lebih jauh pribadinya. Pokoknya kita oke-oke aja ketika seorang teman mengatakan bahwa si fulan itu orangnya sombong, jutek dan sok pinter. Kita jadi pendengar setia sambil senyum-senyum mengiyakan, padahal kita nggak tau secara pasti bahkan ngobrol dengan si Fulan juga belum pernah. Walhasil, kita sudah bertindak suudzon dengan si Fulan.
Syahdan........ mulai cerita nih, tapi ini kisah nyata lho yang saya alami sendiri. Saya mempunyai seorang teman yang bisa dibilang dari sisi agama nggak usah ditanya, ngajinya bagus, busananya selalu yang syar'i, dan giat bekerja. Setiap bertemu seringkali beliau menceritakan si Fulan yang kaya tapi selalu sok pinter, suaminya yang suka ngelirik wanita lain, dan sok dermawan. Pokoknya banyak deh cerita buruknya.
Saya sebenarnya tahu si Fulan hanya sebatas tahu orangnya saja, tapi berhubung beliau sudah menjelaskan tentang si Fulan, setiap ketemu saya cuma bisa mengira-ngira, benar tidaknya ucapan beliau. Yang pasti dalam diri ini sudah ada rasa suudzon juga.
Nah, minggu yang lalu saya menghadiri sebuah acara kajian Islam di Mushalla dekat rumah. Subhanallah, ternyata si Fulan nggak seburuk yang dikatakan oleh teman saya. Bahkan saya salut, karena si Fulan bisa memberikan sedikit Tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir.
Alangkah baiknya ucapan orang lain yang mendeskreditkan seseorang itu kita kaji dahulu dan kita klarifikasi kebenarnya sebelum kita ikut berburuk sangka terhadap orang tersebut.
Senin, 16 Maret 2015
Bapao Isi sosis
Nah.... ini resep berikutnya yang alhamdulillah juga banyak yang suka lho. Biasanya bapao isinya kalau bukan ayam, daging ya coklat. Kalau yang saya suka sih isi kacang hijau kupas plus keju. Pokoknya maknyus dimakan hangat hangat. Memang bapao paling enak dimakan hangat. Biasanya penjual keliling selalu bawa kompornya sekalian, maksudnya biar bapaonya tetep hangat.
Untuk membuat bapao isi sosis gak ribet ko, yang biasa bikin donat pasti juga bisa bikin bapao.
Bapao Isi Sosis
Bahan kulit: 250 gr tepung terigu Cakra
3 sm gula pasir
50 gr mentega putih
1 butir telur
1/2 st garam
1/2 bungkus fermipan
200 cc air es
Bahan Isi : 8 buah sosis sapi atau sosis ayam, goreng dengan mentega lalu potong jadi 2 bagian.
saos sambal secukupnya..
Cara membuat kulit Bapao:
1. Aduk rata tepung terigu, gula pasir, garam, fermipan dan telur sampai rata .
2. Tambahkan air sambil diuleni dengan sabar ya.
3. Tambahkan mentega putih. Uleni terus hingga kalis/ tidak lengket ditangan.
4. Diamkan selama 30 menit. Kempiskan dan bagi menjadi 16 bagian.
5. Bentuk bulat, pipihkan lalu isi dengan 1/2 st saos sambal dan sepotong sosis.
6. Biarkan selama 15 menit. Panaskan kukusan, setelah airnya mendidih kukus selama 3 menit aja .
7. Bapau isi sosis is ready to serve...
Kalau digambarnya ada 2 bapao, yang satu isi coklat, bahannya sama, cuma tambahkan 1 sm coklat bubuk
untuk kulitnya. Baru bikin kreasi sama anak-anak untuk membentuknya. Ok, selamat mencoba ya....
Untuk membuat bapao isi sosis gak ribet ko, yang biasa bikin donat pasti juga bisa bikin bapao.
Bapao Isi Sosis
Bahan kulit: 250 gr tepung terigu Cakra
3 sm gula pasir
50 gr mentega putih
1 butir telur
1/2 st garam
1/2 bungkus fermipan
200 cc air es
Bahan Isi : 8 buah sosis sapi atau sosis ayam, goreng dengan mentega lalu potong jadi 2 bagian.
saos sambal secukupnya..
Cara membuat kulit Bapao:
1. Aduk rata tepung terigu, gula pasir, garam, fermipan dan telur sampai rata .
2. Tambahkan air sambil diuleni dengan sabar ya.
3. Tambahkan mentega putih. Uleni terus hingga kalis/ tidak lengket ditangan.
4. Diamkan selama 30 menit. Kempiskan dan bagi menjadi 16 bagian.
5. Bentuk bulat, pipihkan lalu isi dengan 1/2 st saos sambal dan sepotong sosis.
6. Biarkan selama 15 menit. Panaskan kukusan, setelah airnya mendidih kukus selama 3 menit aja .
7. Bapau isi sosis is ready to serve...
Kalau digambarnya ada 2 bapao, yang satu isi coklat, bahannya sama, cuma tambahkan 1 sm coklat bubuk
untuk kulitnya. Baru bikin kreasi sama anak-anak untuk membentuknya. Ok, selamat mencoba ya....
Minggu, 15 Maret 2015
Guava Juice
My youngest doughter yang sekolah di SMP swasta sekitar Cibinong waktu itu dapat tugas kelompok untuk pelajaran IPS bab ekonomi. Intinya mereka diminta berkreasi membuat makanan atau minuman yang nantinya harus dijual keteman-temannya. Penginnya berkreasi yang lain dari yang lain, dalam arti murah, bentuknya unik tapi rasanya Ok. Ternyata pilihan jatuh pada 'Guava Juice' dan Bapao. Dan ......laris manis .......
Yup..... kita coba lihat deh cara buatnya yang simple banget.....
Guava Juice
Bahan: 500 gr jambu biji merah yang sudah masak
250 gr Gula pasir
2000 ml air matang dingin
Cara membuat:
1. Masak 500 ml air dengan gula pasir hingga mendidih dan gula larut. Dinginkan.
2. Blender Jambu dengan sisa air hingga halus, saring.
3. Campur dengan air gula yang sudah dingin. Auk rata.
4. Guava juice is ready to serve.
Note: Jus jambu ini manisnya sedang biar gak kelebihan gula ya, kalau putri saya suka dibungkus plastik lalu disimpan di freezer jadi es mambo. Kalau ingin langsung diminum bisa ditambah sirup lechy, pasti ada rasa nikmat lainnya. . Ok, selamat mencoba, mudah, murah, praktis dan much vitamin.....
Untuk resep Bapaonya lain kali aja ya.....
Yup..... kita coba lihat deh cara buatnya yang simple banget.....
Guava Juice
Bahan: 500 gr jambu biji merah yang sudah masak
250 gr Gula pasir
2000 ml air matang dingin
Cara membuat:
1. Masak 500 ml air dengan gula pasir hingga mendidih dan gula larut. Dinginkan.
2. Blender Jambu dengan sisa air hingga halus, saring.
3. Campur dengan air gula yang sudah dingin. Auk rata.
4. Guava juice is ready to serve.
Note: Jus jambu ini manisnya sedang biar gak kelebihan gula ya, kalau putri saya suka dibungkus plastik lalu disimpan di freezer jadi es mambo. Kalau ingin langsung diminum bisa ditambah sirup lechy, pasti ada rasa nikmat lainnya. . Ok, selamat mencoba, mudah, murah, praktis dan much vitamin.....
Untuk resep Bapaonya lain kali aja ya.....
Neighbour
waktu itu lagi nganterin anak-anak TK berenang di 'Jungle' swimmingpool sentul Bogor..... sepanjang jalan menuju kolam renang kita lewati perumahan elite. pagarnya tinggi-tinggi. tanaman tertata rapi, rasanya nyaman banget deh tinggal disini. " ada yang kosong tuh, besok saya beli deh, kata temen disebelahku. wah, garasinya kegedean, khan nggak ada mobil, cuma motor doang. Gak jadi deh. Kalau lagi masak tiba-tiba kehabisan garam bisa nggak ya minta tetangga sebelah. Model pertemuan PKK nya kayak gimana ya. yach... pokoknya gara-gara melihat rumah-rumah elit jadi bicara pada ngaco.
Kadang jadi suudzon membayangkan pemilik rumah-rumah elit yang katanya gak bisa bersosialisasi antar tetangga. padahal diera digital saat ini seharusnya bisa memudahkan pertemuan antar warga. Di RT saya, undangan PKK masih menggunakan selembar kertas..... dilain kesempatan cukup menggunakan SMS, biar hemat kertas he...he...he..
Lain lagi diperumahan elit tapi model cluster, jadi nggak perlu pakai pagar tinggi lagi, cukup nyewa satpam di gerbang masuk perumahan. Menurut temen, yang tinggal ditempat seperti ini lebih akrab antar tetangga. Mungkin karena nggak ada pembatas pagar. Jadi antar tetangga lebih mudah bertemu.
Tapi orang yang nggak suka bertentangga bukan cuma diperumahan elit aja lho. Dipemukiman yang kumuh, perumahan sederhana juga pasti banyak. Sebagai contoh disebuah perumahan pinggiran depok nih. Si fulan sudah lebih dari 20 tahun tinggal disitu. Suami istri memang super sibuk, jadi hari libur memang untuk keluarga aja, bukan untuk tetangga. Ternyata ketika sakit, butuh tetangga juga.
Intinya, silaturahmi itu perlu dijalin antar tetangga, karena tetanggalah yang paling dekat untuk dimintai tolong . Meskipun kita bisa menghubungi polisi atau keluarga terdekat. Tentu butuh waktu untuk sampai ditempat yang dituju, belum lagi kalau kena traffict jam. Wah, bisa bayangin waktu yang terbuang.
Kamis, 12 Maret 2015
Today ....... as usual .... doing manykinds of housework.....although my condition is not well enough, I've got sore troat. But doing everything with feeling moody make me getting worse..... so it's better to fight this bad condition by doing the thing and listening my favorite song.....
Yap...... finally, everything is done ...... happy friday....
Yap...... finally, everything is done ...... happy friday....
Rabu, 11 Maret 2015
Angkot oh angkot
rAdakalanya kita ingin pergi kesuatu tempat dengan cepat tiba ditempat. Pagi ini seperti biasa...... jalanan terasa sepi, baru pukul 09.00 an .....Bojonggede.... sebuah desa pinggiran antara bogor jakarta. kali pertama menginjakkan kaki ditempat ini terasa menyebalkan.....
2 bulan pertama tinggal diperumahan dekat stasiun tanpa listrik... untung ada petromax......
Transportasi paling cepat ke Bogor atau Jakarta ya.. Kereta listrik atau KRL......
Cuma kalau ingin pergi kesekitar daerah Cibinong........ harus berganti angkot 3 x. Lumayan lah ....
Kalau KRL dari tahun ketahun banyak perubahan, dari mulai pakai karcis hingga pake voucher.....
Dulu disekitar stasiun banyak dijumpai pedagang kaki lima .....sekarang... no way ...
Nah ..... urusan angkot lagi ...... dari tahun ketahun tetep gitu-gitu aja....... berhenti seenak wae ...... dan yang paling bikin sewot ........ NGETEM......
2 bulan pertama tinggal diperumahan dekat stasiun tanpa listrik... untung ada petromax......
Transportasi paling cepat ke Bogor atau Jakarta ya.. Kereta listrik atau KRL......
Cuma kalau ingin pergi kesekitar daerah Cibinong........ harus berganti angkot 3 x. Lumayan lah ....
Kalau KRL dari tahun ketahun banyak perubahan, dari mulai pakai karcis hingga pake voucher.....
Dulu disekitar stasiun banyak dijumpai pedagang kaki lima .....sekarang... no way ...
Nah ..... urusan angkot lagi ...... dari tahun ketahun tetep gitu-gitu aja....... berhenti seenak wae ...... dan yang paling bikin sewot ........ NGETEM......
Senin, 09 Maret 2015
Langganan:
Postingan (Atom)


